Bocoran Simpananku

Simply Grow Up

Archive for the ‘renungan’ Category

Code is Poetry

leave a comment »

Hari ini sudah hari ke 5 aku mulai posting apapun di blog ini. Pengalaman, pendapat, ide, dsb aku ceritain selama 5 hari bertrut-turut. Cukup berat memang. Maklum, ada aja alasan untuk tidak nge posting tulisan di blog. Ga punya ide lah, ga ada kata-katalah. Sampe ga ada internet pun jadi alasan.
Sekarang hari rabu, dan aku aku sedang membikin tulisan. 4 tulisanku yang terakhir aku tulis di gadget. Cuma di hari pertama aja di web browser. Dan itupun nulisnya cuma 20 menit di penghujung malam. Nggak papa, yang penting konsisten. 🙂
Menurut saya, menulis itu tantangan. Kita di challenge untuk mengeluarkan kata dan informasi yang pernah didengar maupun dilihat. Butuh kemampuan berbahasa yg baik agar orang lain paham yang kita maksut.
Saya pernah mengalami kesulitan yang berulang kali. Dan itu mengganggu saya. Contohnya, saya beberapa kali menghapus kata pada kalimat yang belum diselesaikan karena ragu-ragu. Saya bingung yang mau diutarakan itu apa, Ibarat main senam poco-poco, maju mundur. Jadinya butuh menit menit tambahan buat nyelesein satu alinea.
Contoh yang lain seperti kesalahan penulisan atau biasa disebut typo. Saya sering mengalaminya. Akhirnya tulisan itu saya edit dan saya betulkan seketika itu. Efek negatifnya saya sering lupa apa yang mau saya tulis dan tidak fokus pada ide.
Saya sedikit sharing tentang hasil kursus professional writing skill. Bagi temen-temen yang ingin menulis untuk pertama kalinya, cobalah tips berikut:
1. Latihan mengetik kalimat kalimat dalam beberapa menit. Gunanya untukmelatih otak mengeluarkan kata tersembunyi yang jarang dikeluarkan. Dengan catatan kata yang telah ditulis tidak boleh dihapus.
2. Apabila ada typo, hiraukan saja. Tulis apa yang muncul dipikiran pada saat itu, agar tidak kehilangan moment.
3. Tips yang terakhir, setelah menuangkan semua kata-kata, mulailah evaluasi dari awal hingga akhir dengan memperhatikan letak kalimat utama setiap paragraf. 🙂

Setiap orang punya ciri khas sendiri dalam menulis. Thats why almost people called code is poetry. Kode adalah sebuah puisi. Anda punya cara sendiri untuk berekspresi.

Selamat menulis.

Written by bn03

August 21, 2013 at 3:52 pm

Posted in Ceritaku, renungan

Tagged with , ,

Bukan Sekedar Olahraga

leave a comment »

Sedari kecil aku suka berolahraga. Dimulai dari pemberian raket kayu ayahku waktu aku masih kecil. Waktu itu ayah memberi hadiah setelah rapotan kelas 1 Sd karena aku ranking 2 di kelas. Semenjak itu aku selalu bersemangat main badminton pagi di depan rumah, tentunya sama ayah. Aku diajari gimana mukul cock yang benar.
Waktu beranjak bertambah. Lagi-lagi aku dikenalkan ayah dengan sepakbola di tivi yang masih hitam putih. Aku masih ingat ayah lagi nonton ac milan, klub sepakbola favoritnya. Melihat orang kejar-kejaran rebutan bola, aku jadi suka dan mulai membayangkan gimana cara mainnya. Alhamdulillah ayah langsung belikan bola karet kecil hingga aku bisa nendang dengan benar.
Ya, ayah ku suka banget olahraga, dan aku pun tertular. Ibu ku yang seorang guru, tak kalah mendukung ayah. Beliau membawakan pentungan kasti beserta bolanya, bola takraw, dan bola tenis dari sekolah, khusus buatku. Tentu saja aku sangat girang nggak ketulungan. Langsung aku ajak olahraga semua temen kampung setiap hari di gudang bekas jajahan belanda.
waktu 17 agustusan, kampung mengadakan perlombaan olahraga. Ada olahraga yang menarik lagi bagi saya. Tenis meja namanya. Waktu itu tinggi meja masih setinggi leherku, tetapi aku memaksa ikutan main. Hasilnya bisa di tebak. Bolanya ga bisa nyebrang net. Hehehe 😀
Bagiku secara pribadi, aku tidak bisa hidup tanpa olahraga, its not because of my parent. Manfaatnya banyak sekali yang kurasakan. Berkeringat itu pasti. Badan seger iya. Fisik dan stamina tambah terasa. Tapi ada satu hal penting yang aku rasakan dan itu berasa sampai sekarang. Hal itu adalah belajar All Out. Dalam bahasa indonesia artinya sungguh sungguh.
Bagi saya, all out itu syarat mutlak yang harus dimiliki bagi seseorang ketika dia ingin berolahraga. Apalagi belajar untuk pertama kalinya.
Kita tidak akan bisa memukul cock dengan raket, bila kita tidak sungguh sungguh fokus melihat dan merasakan cock itu meluncur. Kita tidak akan bisa memukul bola kasti dengan pentungan, bila kita tidak fokus membaca arah bola. Dan satu lagi, kita tidak akan bisa menguasai satu cabang olahraga, bila hati kita tidak sungguh sungguh dalam melaksanakan. Karena dalam kesungguhan, saya merasakan ada rasa ikhlas yang mengalir dan rasa tawadhu’ dalam menerima di dalam diri bahwa saya berniat untuk bisa bermain olahraga.
Akhurnya kusadari, bukan hanya manfaat fisik yang saya rasakan, tapi manfaat membangun bagaimana pola kita berpikir, bersifat dan bersikap menghadapi sesuatu hal yang baru.
Bersyukurlah kita yang hidup bahagia dengan olahraga. Ada raga dan jiwa yang sehat di dalamnya. Amin.

Salam olahraga!
🙂

Written by bn03

August 20, 2013 at 4:25 pm

Buku

leave a comment »

Buku itu jendela dunia.
Kita bisa tau menara pisa tanpa harus ke italia.
Kita bisa tau menara eifel tanpa harus ke paris.
Kita bisa tau gedung tertinggi, burj khalifa, tanpa harus ke dubai.
Kita bisa tau jokowi dari solo tanpa harus jadi ketua RT.
Tentunya dengan buku kita dapat menambah wawasan.
Jangan takut untuk berimajinasi, karena buku juga memberikan kesempatan berekspresi.
Membaca banyak buku, membuka pandangan kita.

Saya jadi teringat satu frase:
Membaca 10 buku pertama menjadikan kita sombong.
Membaca 10 buku berikutnya, kita jadi benar-benar tahu bahwa kita tidak tahu apa-apa.

If you wanna write more words, first, you have to start to read a lot. Lets read the book! 😀

Written by bn03

August 19, 2013 at 2:50 pm

Posted in Ceritaku, renungan

Tagged with , ,

Menular

with 2 comments

Tombo ati, ada 5 perkaranya.
Yang pertama baca quran dan maknanya.
Yanh kedua sholat malam dirikanlah.
Yang ketiga berkumpullah dengan orang soleh.
Yang keempat perbanyaklah berpuasa.
Yang kelima dzikir malam perpanjanglah.

Dari cuplikan syair jawa yang juga di-alih-bahasa dan dipopulerkan oleh Opick di lagu tombo atinya, mungkin tidak lagi asing kita mendengarnya. ada 5 tips untuk kita dalam menjaga hati di setiap hari. Dari ke-5 tips ini ada satu tips yang menurut saya unik sekali, yaitu yang ketiga, berkumpullah dengan orang soleh. otak saya jadi berfikir dan segera mengira-ngira apa sih maksud yang sebenarnya. *maklum, saya orang jawa. hobinya suka mengaitkan. 🙂

berkumpul dengan orang soleh katanya dianjurkan sekali untuk mengobati hati. saya langsung berpikir pendek dan bertanya dalam hati, apakah kita disuruh pilih-pilih dalam berkawan? secara hati nurani sedikit berontak. apa iya, yang soleh-soleh kumpul sendiri, yang nggak soleh kumpul sama yang belum soleh? trus yang ngasih sebutan soleh atau nggak itu siapa? emang soleh itu artinya apa? 🙂 hahaha.. 😀 akibat sumbu pendek ya pertanyaan konyol yang keluar.  akhir nya aku coba melakukan sesuatu. aku coba cari di google. kata emha ainun najib dalam ceramahnya, soleh itu artinya kebaikan yang sudah ditimbang dari sisi sosial, budaya dan politik dsb, dan ketika diterapkan, kebaikan itu punya nilai mudhorot (dampak negatif) yang sangat minimal. Gampangnya, orang soleh itu berbuat baik nya banyak, buruknya dikit. kenapa kita disuruh berkumpul dengan mereka? menurut saya, kepribadian seseorang itu dibentuk dari lingkungan, karena lingkungan itu mengajarkan dan memberi contoh yang nyata. saya bukan ahli psikologi, tetapi saya merasakan bahwa mayoritas yang orang perbuat adalah berasal dari apa yang dilihat, yang terkadang berbeda dengan apa yang didengar. contoh nyata saja. Dari kecil mendengar zebra cross itu tempat orang menyeberang jalan. kendaraan berhenti sebelum garis zebra cross pada saat lampu merah. itu kata guru. kebetulan saya dilahirkan dan besar di kampung. ketika saya melihat di kebanyakan lampu merah sekitar kampung, orang-orang melakukan apa yang dikatakan guru. akhirnya aku percaya apa yang aku dengar. tetapi ketika saya di kota, saya melihat hal yang berbeda. zebra cross dilindas aja. ada pengendara yang berhenti hampir tengah perempatan. kebanyakan pengendara lain juga melakukan hal yang sama. celakanya mereka yang menerobos zebra  cross bersama-sama dan berjamaah. dampaknya malah menghambat arus kendaraan lain yang berbelok dan pejalan kaki yang mau nyebrang harus meliuk-liuk seperti lionel messi menggiring bola melewati kendaraan. ya nggak salah kalo mobil jalannya lambat yang akibatnya bikin kemacetan. ya nggak salah kalo pejalan kaki ambil rute diluar zebra cross, dan sampe ada kejadian pejalan yang ditabrak. kalo dilihat sih salahnya pejalan kaki. coba kalo ditelusuri lebih dalam. urusan sekecil garis zebra cross aja udah nggak sama. apalagi ngelakuin yang besar. *sambil introspeksi diri. 🙂

so balik lagi ke cerita. sedikit banyak dari apa yang saya alami dan rasakan bahwa sadar atau tidak kita sadari perilaku kita juga dipengaruhi oleh perilaku banyak orang. kenapa kita disuruh orang lain berkumpul dengan orang soleh? tidak lain adalah agar sifat-sifat soleh, yang mengutamakan banyak kebaikan itu menular pada kita. dan ketika kita berkumpul di lingkungan lain kita juga dapat menularkannya.

Demikian pendapat saya. correct me if i’m wrong. maaf, nulisnya nggak pakai landasan teori. harus nya sih ada, tapi perlu kuliah dulu di ilmu psikologi. 🙂

and todays quote:

  1. Sifat orang lain itu berpengaruh pada kita.
  2. Berkumpul dengan orang soleh dapat menularkan sifat mereka kepada kita.

 

Written by bn03

August 18, 2013 at 2:30 pm

Posted in Ceritaku, renungan

Tagged with ,

Resolusi 2012

with 10 comments

Resolusi 2012 mungkin jadi kata-kata yang lagi nge-trend saat ini. kata ini sangat ‘sesuatu’ bagi orang-orang yang ingin menemukan atau menyusun planning kehidupan mereka tahun hari ini. Waktu nulis postingan ini masih kepikiran kerjaan yg mulai dan masih menumpuk. (_ _”) hadeh. Barusan aja nyelesain Proposal Project Assignment, sama nge-list daftar Subject Matter Expert. dan masih numpuk lagi bikin buku knowledge capturing dan developing aplikasi chemical software. i’m so bored. \m/

Aku nulis kerjaan-kerjaan ku yang belum selesai ini emang sengaja pake bahasa inggris. biar kelihatan susah dikerjain aja :D, padahal sebenernya itu nggak ada sulit sulitnya. haha #sok keren. yap! hanya butuh konsistensi, konsistensi dan konsistensi. 1 kata itu bisa bikin masalah-masalah itu kelar. aku nulis ini juga sambil mengira-ngira apasih yang sebenernya menghambat. mungkin bisa dijadiin resolusi 2012.

hmm, hold on. tunggu dulu. sebelum mencari-cari masalah dari masalah, aku pingin ngulas kegiatan tahun 2011 ku kemarin:

  1. Nabung udah. meskipun masih sedikit. tapi lama-lama jadi bukit yang tinggi bukan?
  2. Professional di kerjaan masih in progress. kayaknya itu aja sih yang tercapai.
  3. Maen futsal dan badminton masih angin-anginan. pasti karena perlengkapan olahraga yang kurang mendukung, akhirnya bikin aku jadi ga konsisten.
  4. Jamaah di masjid dan ngaji nya masih naik-turun. Terlalu hingar bingar sama pernak pernik dunia. maafkan aku Tuhan. iman ku masih seperti ini. aku masih belum istiqomah.
  5. Mengawali usaha segede kutu kuman. ya butuh extra time dan tenaga untuk masalah satu ini. kuncinya mungkin pandai mengatur waktu. im not so cool in this area yet.
  6. berencana nulis 1 post di blog tiap hari. aku ga ada ide lagi buat nemuin masalah ini. apa ya? hmm. mungkin kena syndrome males aja kayaknya. :p

hahaha. terlihat betapa payah nya aku ini. padahal jamannya juga udah jaman bersaing. bagus-bagusan kualitas output tapi kok malah memble. #tapi kece? arghh.. slap my *ass 😀 . so we back to the topic. 2 masalah baru: bikin knowledge capturing sama bikin aplikasi itu juga masalahnya sama. inkonsistensi.  aku selalu melibatkan mood kalo menyelesaikan sesuatu. masih suka seenaknya dewe. 😀

so, can we have conclusion now?

the risoles of the year, 2012, are:

  1. Melanjutkan resolusi 2011. keberlangsungan program itu penting untuk membuahkan suatu hasil. jangan kayak yang disono noh, selalu ganti-ganti program. jadi gak konsisten! gimana mau maju coba.. #kok malah emosi. :mrgreen:
  2. Pandai mengatur waktu. realisasinya adalah aku punya jadwal penyelesaianyang efektif di setiap pekerjaan.
  3. Pandai mengatur mood. realisasinya adalah aku ngambil quotes dari seorang temen, “don’t let idiots ruin our day!” gak gampang terpengaruh sama keburukan orang. mendekat dengan yang segar-segar, biar pikiran selalu fresh. :p
  4. Pandai menjaga ritme. seperti xavi hernandez yang jago ngontrol permainan barcelona saat nyerang atau bertahan. i’m just an actor. being playmaker of my life. of course!
  5. and the last, i hope i can find someone who can break up my cold heart. it has been frozen for a long time. 😀

udah ah nggak usah banyak-banyak. aku gak mau hanya stuck di kerjaan ini aja. aku ingin dinamis tapi tetap tertata dan terencana. and the rest, masih terinspirasi dari statusnya temen. life isnt a race. hidup itu bukan balapan. tapi kalo balapan demi kebaikan itu suatu perkecualian. semoga selalu di dalam lindungan Allah SWT. 🙂

salam 2012.

Written by bn03

January 1, 2012 at 4:46 pm

Posted in Ceritaku, renungan

Tahun Baru

with 3 comments

Tak selamanya pengertian kita harus sama dengan pengertian orang lain. Bisa jadi suka kita tak lebih dari duka rekan kita.

Hidup ini sangat berharga, jalanilah dengan penuh hati-hati.

Selamat Tahun baru, Kawan.

Written by bn03

January 1, 2009 at 11:55 am

Posted in renungan

SIM

with 3 comments

sehat itu bisa mikir TA, mikir TA bisa sehat?

sehat itu bisa bermimpi bertemu kekasih, bermimpi bertemu kekasih bisa sehat?

sehat itu bisa menulis blog, menulis blog bisa sehat?

sehat itu bisa makan donat j.co, makan donat j.co bisa sehat?

sehat itu bisa nonton laskar pelangi, nonton laskar pelangi bisa sehat?

sehat itu bisa kerja keras, kerja keras bisa sehat?

sehat itu bisa guling-guling di kasur, guling-guling di kasur bisa sehat?

sehat itu bisa baca main game, main game bisa sehat?

sehat itu bisa wisuda, wisuda bisa sehat?

sehat itu bisa jempalikan, jempalikan bisa sehat?

“Syukur, aku dapet kerja!”.

“Hore Aku lulus!”

“Yes, Kita Juara!”

“wakakka, aku gak remidi!”

“Sip, aku menang!”

sering ku dengar, namun,

“Alhamdulillah aku sehat”, sadarkah aku, seberapa seringkah aku ketikkan, ato bahkan ucapkan?

ato jangan-jangan memang “Sehat Itu Mahal” untuk diekspresikan?

*trims buat bondhet, wisdomwordmu bikin aku semangat bro!

*trims buat pak kos, semoga bapak sembuh dari penyakit yang diderita!

*semangat!!! buat bnu, no gain no pain

Written by bn03

October 17, 2008 at 2:37 pm

Posted in renungan