Bocoran Simpananku

Simply Grow Up

Archive for the ‘Healthy Stuff’ Category

Bukan Sekedar Olahraga

leave a comment »

Sedari kecil aku suka berolahraga. Dimulai dari pemberian raket kayu ayahku waktu aku masih kecil. Waktu itu ayah memberi hadiah setelah rapotan kelas 1 Sd karena aku ranking 2 di kelas. Semenjak itu aku selalu bersemangat main badminton pagi di depan rumah, tentunya sama ayah. Aku diajari gimana mukul cock yang benar.
Waktu beranjak bertambah. Lagi-lagi aku dikenalkan ayah dengan sepakbola di tivi yang masih hitam putih. Aku masih ingat ayah lagi nonton ac milan, klub sepakbola favoritnya. Melihat orang kejar-kejaran rebutan bola, aku jadi suka dan mulai membayangkan gimana cara mainnya. Alhamdulillah ayah langsung belikan bola karet kecil hingga aku bisa nendang dengan benar.
Ya, ayah ku suka banget olahraga, dan aku pun tertular. Ibu ku yang seorang guru, tak kalah mendukung ayah. Beliau membawakan pentungan kasti beserta bolanya, bola takraw, dan bola tenis dari sekolah, khusus buatku. Tentu saja aku sangat girang nggak ketulungan. Langsung aku ajak olahraga semua temen kampung setiap hari di gudang bekas jajahan belanda.
waktu 17 agustusan, kampung mengadakan perlombaan olahraga. Ada olahraga yang menarik lagi bagi saya. Tenis meja namanya. Waktu itu tinggi meja masih setinggi leherku, tetapi aku memaksa ikutan main. Hasilnya bisa di tebak. Bolanya ga bisa nyebrang net. Hehehe 😀
Bagiku secara pribadi, aku tidak bisa hidup tanpa olahraga, its not because of my parent. Manfaatnya banyak sekali yang kurasakan. Berkeringat itu pasti. Badan seger iya. Fisik dan stamina tambah terasa. Tapi ada satu hal penting yang aku rasakan dan itu berasa sampai sekarang. Hal itu adalah belajar All Out. Dalam bahasa indonesia artinya sungguh sungguh.
Bagi saya, all out itu syarat mutlak yang harus dimiliki bagi seseorang ketika dia ingin berolahraga. Apalagi belajar untuk pertama kalinya.
Kita tidak akan bisa memukul cock dengan raket, bila kita tidak sungguh sungguh fokus melihat dan merasakan cock itu meluncur. Kita tidak akan bisa memukul bola kasti dengan pentungan, bila kita tidak fokus membaca arah bola. Dan satu lagi, kita tidak akan bisa menguasai satu cabang olahraga, bila hati kita tidak sungguh sungguh dalam melaksanakan. Karena dalam kesungguhan, saya merasakan ada rasa ikhlas yang mengalir dan rasa tawadhu’ dalam menerima di dalam diri bahwa saya berniat untuk bisa bermain olahraga.
Akhurnya kusadari, bukan hanya manfaat fisik yang saya rasakan, tapi manfaat membangun bagaimana pola kita berpikir, bersifat dan bersikap menghadapi sesuatu hal yang baru.
Bersyukurlah kita yang hidup bahagia dengan olahraga. Ada raga dan jiwa yang sehat di dalamnya. Amin.

Salam olahraga!
🙂

Written by bn03

August 20, 2013 at 4:25 pm

Greeny House

with 10 comments

Sweet Homesikecil

ademmm… suuweejukk.. n ijo-nya rumahku, semilir angin nggoyangin anggrek unguku yang nyantol di tangan Gadung-ku plus ceriwis nya tetangga2 kecilku yang cekikik-an + ngliatin pipi tembem kecilnya.

sekarang rumah ku jadi lebih baik dari sebelumnya, banyak ijo2an baru di pojok2, teras depan dan samping.Planty Grass

mulai anggrek, jeruk, mangga, ginseng, sampai yang namanya gelombang cinta (*klo gak salah) yang berdaun gede2 menyemarakkan hijau rumahku mayoritas punya border ijo daun..

Gelombang Cinta Taneman yang satu ini bener-bener makan tempat. 40% dia mebusurkan daun2 selebar kuping gajah 😀 hahaha. Ya makan tempat, air, plus ngabisin uang bwat belinya, gak tau kenapa Bapakku pingin beli kembang ginian, mana gak ada bungannya lagi.. tapi asyik.. bentuknya unik + lucu. hehehe

Sueeejuukkkk banget…. (gak kayak taon2 kemaren)-

Written by bn03

June 26, 2007 at 2:37 am

Posted in Healthy Stuff

Indeks Massa Tubuh

with 24 comments

Seberapa Berat-kah Anda? Digunakan pada umur 18+
Menurut FAO dan WHO:

1. Batas IMT untuk laki-laki normal 20,1-25,0

2. Batas IMT untuk perempuan normal 18,7-23,9

IMT= Berat Badan / (Tinggi Badan* tinggi badan [m])

Range IMT :

1. Kurus [Berat] < 17,0
2. Kurus [Ringan] 17,0-18,4
3. Normal 18,5-25,0
4. Gemuk[Ringan] 25,1-27,0
5. Gemuk[Berat] 27<

Aku 23,92 lho 😀 😛 huehehehe alhamdulillah, Pokoke sehat..

Tips bagi kamu yang kueceng :

Cara Menaikkan Berat Badan

1. Makanlah secara teratur 3 kali sehari dengan gizi seimbang (Sehari pas punya uang :-p)

2. Makanlah lebih banyak makanan sumber energi dan protein dari biasanya seperti roti, nasi, umbi-umbian, ikan, daging, tempe, tahu (mendol, tahu kempong, tempe mbus 😛 )

3. Tetap berolahraga secara teratur (Catur, Ular tangga, Monopoli, Halma 😛 )

4. Cukup istirahat ( kayak-e iki yang cocok 🙂 )

 

Cara Menurunkan Berat Badan Yang Tidak Dianjurkan

· Mengurangi jumlah konsumsi makanan sehari –hari secara drastis sehingga mengakibatkan pusing, lemas, keringat dingin atau gejala lainnya yang membahayakan kesehatan.

· Menurunkan berat badan secara cepat, lebih dari 2 kg perbulan.

· Mengandalkan makanan formula saja untuk menurunkan berat badan.

· Menggunakan obat-obatan atau bahan penurun berat badan tanpa pengawasan tenaga medis. Beberapa obat dan bahan tersebut hanya menurunkan berat badan sementara dengan mengeluarkan cairan tubuh.

 

Written by bn03

June 1, 2006 at 8:13 am

Posted in Healthy Stuff

Sakit Gusi

with 18 comments

gusi sehat Gusi Sehat Gigi Senang [ Rewrite by bn03 ]—————-

KapanLagi.com – Penyakit gusi adalah satu peradangan yang dialami oleh gusi, yang selanjutnya bisa mempengaruhi tulang yang menopang gigi kita. Peradangan tersebut disebabkan oleh bakteri yang menjadi 'plak' gigi, lengket, dan lama-kelamaan akan melapisi gigi kita.

Maka, jika kita tak membersihkannya tiap hari, dengan menyikat gigi maupun flossing (membersihkan gigi dengan 'benang' gigi), 'plak' gigi kemudian akan makin terbentuk dan bakteri tak hanya menginfeksi gusi kita, namun juga membahayakan lapisan luar gusi dan tulang yang menopang gigi kita.

Ada beberapa tahapan timbulnya penyakit gusi :
1. Gingivitis

Ini merupakan tahap awal dari timbulnya penyakit gusi, peradangan disebabkan oleh 'plak' yang terbentuk di sekitar gusi. Jika pembersihan gigi yang dilakukan setiap hari tak mampu membersihkan dan mengangkat 'plak' yang terbentuk, hal itu bisa memproduksi racun yang bisa menyebabkan iritasi pada lapisan luar gusi, dan timbullah gingivitis.

Jika gusi kita berdarah saat kita menyikat gigi atau membersihkan gigi kita dengan 'benang gigi'. Pada tahap awal penyakit gusi ini, kerusakan lebih lanjut bisa diatasi, asalkan tulang dan jaringan luar gusi yang menyangga gigi yang terinfeksi tersebut masih belum terinfeksi juga.
2. Periodontitis

Pada tahap ini, tulang penyangga gigi dan jaringan yang menyangga gigi di tempat yang terinfeksi tersebut sudah mengalami 'kerusakan'. Gusi kita mulai membentuk 'kantong', yang akan menjadi 'perangkap' bagi makanan yang menempel dan 'plak'. Perawatan gigi yang rutin dan pembersihan sehari-hari yang dilakukan secara pribadi akan bisa mencegah kerusakan yang lebih parah.
3. Advanced Periodontitis

Pada tahap yang paling 'parah' dari penyakit gusi ini, jaringan dan tulang yang menyangga gigi telah hancur, yang mana hal ini bisa menyebabkan gigi tanggal. Hal ini sangat mengganggu kenyamanan gigi kita saat mengunyah, apalagi jika tak dilakukan perawatan yang rutin terhadap gigi. Sehingga pada akhirnya gigi harus dicabut, karena sudah rusak dan keropos.

Penyakit gusi dapat menyerang siapa saja, namun lebih sering terjadi pada orang dewasa. Jika hal itu bisa terdeteksi sejak awal, penyakit gusi bisa dihindari. Kita harus rutin memeriksakan gigi kita pada dokter gigi, jika kita mengalami gejala-gejala seperti dibawah ini:

– Gusi berwarna merah dan bengkak
– Gusi berdarah selama kita menyikat gigi atau melakukan flossing
– Gigi tampak lebih panjang, karena gusi tak lagi kuat menyangga
– Antara gusi dan gigi mulai ada jarak dan membentuk kantong
– Saat menggigit gigi goyang dan gusi terasa sakit
– Keluar nanah di antara gusi dan gigi
– Bau nafas kita tak sedap dan mulut kita selalu merasa tak nyaman
Jadi, Bagaimana Penyakit Gusi Dihindari?

Tahap awal dari penyakit gusi biasanya dapat dihindari dengan menyikat gigi dan flossing secara teratur. Menjaga kesehatan mulut juga akan membantu terbentuknya 'plak' gigi. Perawatan secara rutin oleh dokter gigi atau ahli kesehatan gigi yang lain adalah cara yang tepat untuk mengangkat 'plak' yang terbentuk dan kemudian mengeras menjadi 'tartar'. Dokter gigi atau ahli kesehatan gigi yang lain akan membersihkan potensi terbentuknya 'tartar', di atas dan di bawah gusi.

Jika kondisinya lebih buruk, perlu dilakukan prosedur perawatan terhadap akar gigi. Prosedur tersebut akan membantu gigi, agar mampu menghambat tumbuhnya 'plak'. Dengan perawatan secara berkala pula, tahap awal penyakit gusi bisa dideteksi sejak dini, sehingga menghambat kerusakan yang lebih parah. (bun)

Written by bn03

May 24, 2006 at 2:18 am

Posted in Healthy Stuff