Bocoran Simpananku

Simply Grow Up

Archive for the ‘Ceritaku’ Category

Menular

with 2 comments

Tombo ati, ada 5 perkaranya.
Yang pertama baca quran dan maknanya.
Yanh kedua sholat malam dirikanlah.
Yang ketiga berkumpullah dengan orang soleh.
Yang keempat perbanyaklah berpuasa.
Yang kelima dzikir malam perpanjanglah.

Dari cuplikan syair jawa yang juga di-alih-bahasa dan dipopulerkan oleh Opick di lagu tombo atinya, mungkin tidak lagi asing kita mendengarnya. ada 5 tips untuk kita dalam menjaga hati di setiap hari. Dari ke-5 tips ini ada satu tips yang menurut saya unik sekali, yaitu yang ketiga, berkumpullah dengan orang soleh. otak saya jadi berfikir dan segera mengira-ngira apa sih maksud yang sebenarnya. *maklum, saya orang jawa. hobinya suka mengaitkan. 🙂

berkumpul dengan orang soleh katanya dianjurkan sekali untuk mengobati hati. saya langsung berpikir pendek dan bertanya dalam hati, apakah kita disuruh pilih-pilih dalam berkawan? secara hati nurani sedikit berontak. apa iya, yang soleh-soleh kumpul sendiri, yang nggak soleh kumpul sama yang belum soleh? trus yang ngasih sebutan soleh atau nggak itu siapa? emang soleh itu artinya apa? 🙂 hahaha.. 😀 akibat sumbu pendek ya pertanyaan konyol yang keluar.  akhir nya aku coba melakukan sesuatu. aku coba cari di google. kata emha ainun najib dalam ceramahnya, soleh itu artinya kebaikan yang sudah ditimbang dari sisi sosial, budaya dan politik dsb, dan ketika diterapkan, kebaikan itu punya nilai mudhorot (dampak negatif) yang sangat minimal. Gampangnya, orang soleh itu berbuat baik nya banyak, buruknya dikit. kenapa kita disuruh berkumpul dengan mereka? menurut saya, kepribadian seseorang itu dibentuk dari lingkungan, karena lingkungan itu mengajarkan dan memberi contoh yang nyata. saya bukan ahli psikologi, tetapi saya merasakan bahwa mayoritas yang orang perbuat adalah berasal dari apa yang dilihat, yang terkadang berbeda dengan apa yang didengar. contoh nyata saja. Dari kecil mendengar zebra cross itu tempat orang menyeberang jalan. kendaraan berhenti sebelum garis zebra cross pada saat lampu merah. itu kata guru. kebetulan saya dilahirkan dan besar di kampung. ketika saya melihat di kebanyakan lampu merah sekitar kampung, orang-orang melakukan apa yang dikatakan guru. akhirnya aku percaya apa yang aku dengar. tetapi ketika saya di kota, saya melihat hal yang berbeda. zebra cross dilindas aja. ada pengendara yang berhenti hampir tengah perempatan. kebanyakan pengendara lain juga melakukan hal yang sama. celakanya mereka yang menerobos zebra  cross bersama-sama dan berjamaah. dampaknya malah menghambat arus kendaraan lain yang berbelok dan pejalan kaki yang mau nyebrang harus meliuk-liuk seperti lionel messi menggiring bola melewati kendaraan. ya nggak salah kalo mobil jalannya lambat yang akibatnya bikin kemacetan. ya nggak salah kalo pejalan kaki ambil rute diluar zebra cross, dan sampe ada kejadian pejalan yang ditabrak. kalo dilihat sih salahnya pejalan kaki. coba kalo ditelusuri lebih dalam. urusan sekecil garis zebra cross aja udah nggak sama. apalagi ngelakuin yang besar. *sambil introspeksi diri. 🙂

so balik lagi ke cerita. sedikit banyak dari apa yang saya alami dan rasakan bahwa sadar atau tidak kita sadari perilaku kita juga dipengaruhi oleh perilaku banyak orang. kenapa kita disuruh orang lain berkumpul dengan orang soleh? tidak lain adalah agar sifat-sifat soleh, yang mengutamakan banyak kebaikan itu menular pada kita. dan ketika kita berkumpul di lingkungan lain kita juga dapat menularkannya.

Demikian pendapat saya. correct me if i’m wrong. maaf, nulisnya nggak pakai landasan teori. harus nya sih ada, tapi perlu kuliah dulu di ilmu psikologi. 🙂

and todays quote:

  1. Sifat orang lain itu berpengaruh pada kita.
  2. Berkumpul dengan orang soleh dapat menularkan sifat mereka kepada kita.

 

Written by bn03

August 18, 2013 at 2:30 pm

Posted in Ceritaku, renungan

Tagged with ,

Dirgahayu Indonesia

with 5 comments

Bismillahirrohmaanirrohim,

Alhamdulillah, akhir nya aku punya kesempatan juga mengisi blog ku yang udah jarang di update tentang cerita akhir-akhir ini. Sekian lama waktu dihabiskan untuk kerja, olahraga, dan istirahat. I dont know whats going on but i feel a lil bit tired recently. 🙂

And today its our independence day. Hari kemerdekaan republik kita yang tercinta. Let me share you something a few words about what im feeling right now.

Kali ini tentang kemerdekaan. Hampir setiap tahun aku mengisinya dengan upacara bendera. Dan hari ini aku upacara di kantor. Narsis bentar ya.. 🙂 aku yang sebelah kiri.

image

17 an di kantor

Segala simbol penghormatan terhadap para pahlawan kita laksanakan, baik itu upacara, menghormat, pengibaran bendera, lomba tujuh belasan, tasyakuran dsb. Tentunya kegiatan ini baik sekali.

Akan tetapi ada beberapa hal yang masih mengganjal di perasaan saya. Salah satunya tentang sikap saling percaya. How much we trust to each other. Seberapa besar kita percaya kepada orang lain. Saya yakin para pejuang kita yang terdahulu meraih kemerdekaan itu berjuang bersama-sama. Kompak dan bersatu. Dan menurut saya, tingkatnya saling percaya saya yakin tinggi sekali. Kalo tidak, bakal tidak banyak nyawa yang gugur dalam peperangan.

Dan ketika saya coba rasakan apa yang terjadi saat ini, tingkat saling percaya kita kepada sesama bukan malah naik atau tetap, tetapi malah menurun drastis. Contohnya? Ya bisa kita liat bersama di salah satu media televisi. Banyak sekali konflik konflik yang diangkat menjadi kriminal dari penyalah gunaan kepercayaan. Sudah jadi berita umum seperti korupsi daging sapi hingga terakhir kasus suap terkait kepala skk migas. Saya tidak akan membahas kasus itu karena saya bukan ahlinya. Tetapi saya fokus terhadap seberapa sering kita dicekoki informasi yang selalu menyerang rasa saling percaya kita terhadap orang lain. Padahal kita katanya sudah berapa tahun masuk ke dalam era reformasi. Do the government aware about this? Or i should change the question, do our people care about this thing?

Ketika tidak ada sikap saling percaya, bisa jadi sikap saling tidak peduli akan muncul. sikap negatif lain juga bisa jadi beriringan. Kalo segala negatif ada di linkungan kita, bagaimana kita bermasyarakat ketika tidak ada saling peduli dan percaya. Dan satu hal lagi, sepintar apapun ketika tidak dipercaya, teruw apa gunanya.

Huff, nulis beginian jadi pusing sendiri. 🙂
So, from today, i have a small and easy idea to get the situation better. I decide to Be more patient and get more listen what other people said. Respect them and get collaborate. Mari kita menambahkan lagi bentuk penghormatan kita bukan hanya kepada para pahlawan, tetapi juga terhadap rekan kita dengan sikap saling peduli dan percaya untuk melestarikan apa yang menjadi kemerdekaan kita.

Mumpung masih bukan syawal, saya pribadi mengucapkan Taqabballahu minna wa minkun, taqbbal ya kariim.. minal aidin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin.

Salam Dirgahayu Indonesia.

Written by bn03

August 17, 2013 at 6:38 am

Posted in Ceritaku

Tagged with , , , , ,

Iseng

leave a comment »

Iseng maen sepulang kantor di hari selasa 20 februari 2012. Hari ini bawaannya suntuk karna kerjaan belum selesai. Tenyata aku sedikit kurang sabar ketika menyelesaikan pekerjaan. Selalu ikut ikutan buru-buru. Padahal sebenernya aku punya cara sendiri dalam menyelesaikan sesuatu. Aku ga suka diperintah. Aku ga suka diatur. Memang menurut mereka itu perlu, but at least i try to enjoy the work by the passion, not by the pressure. Working in this company is all ebout entire of my life. Almost hmmm 45% my time i spend to finish my job. Katakan separuh hidupku dakam sehari aku habiskan di tempat itu. 🙂

Hoahhmm back to the story i wanna tell you. I  get fishchips in some food court that serves pizza. Hehe. Sekali kali pingin nyicipin makanan seperti ini. Tempat ini selalu aku lewati tiap pulang kantor. Lihat dari desain arsitekturnya, cozy banget. Cocok buat melepeas lelah habis aktivitas kantor dan kejenuhan yang melanda. Ceileh bahasanya. Waktu masuk tempat ini, pelayannya ramah. Sopan, dan selalu membungkuk setelah menyajikan sesuatu. Tapi kali ini aku dilayani seorang pelayan, boleh dikatakan masih cupu lah. 🙂 dari gaya bahasanya masih megap megap, ngobrolnya juga terbata bata. Sempet menahan tawa ketika pelayannya mau nawarin salad, tapi lupa mau ngomon salad. Akhirnya aku ditunjukin aja menu yang disiapkan di meja, tentunya sambil tunjuk tunjuk sesuatu. Aku iyain aja deh, kasian kalo pelaynnya grogi dan kesulitan nafas. 🙂

Sambil melepas lelah, iseng aja nulis gak penting. Biar ga jenuh.

Salam.. 🙂

Written by bn03

March 20, 2012 at 10:36 am

Posted in Ceritaku

Hell-O March!

with one comment

Hell-O March. apa kabar. ternyata aku udah sampe di bilangan ke 3 tahun 2012, yang katanya tahun naga air. aku ga tau kenapa disebut naga air. apa karena sering hujan itu ya. Maret. bulan ke 3, yang hampir setiap 8 jam sehari aku mantengin layar monitor, LCD, proyektor, gadget atau benda apapun yang  ngeluarin sinar. mataku lelah sekarang. bener-bener lelah. yang bikin pikiran ikut lelah, akhirnya seluruh tubuh ikut ikutan lelah.

katanya sih sekarang jaman digital, apakah identik yang kita lakukan harus serba digital? kerja pun wajib pake dunia digitial. tapi aku tetep ga mau ikut arus. aku kerja masih pake tulisan tangan. oret-oretan bikin mind map tentang kerjaan ku seperti apa. penyelesainnya seperti apa. timeline nya berapa lama. that’s it. aku tidak mau jadi korban alat-alat elektronik. hmm hampir bisa dihitung aku computer/gadget addict sejak … hmmm bentar kuingat dulu. sejak kelas 2 smp. maen komputer, ngoprek ini itu. masuk sma stm yang jurusan nnya komputer. 3 tahun seperti itu. masuk kuliah jurusannya komputer lagi. 4 tahun juga seperti itu. ternyata hampir 9 tahun juga yaa.. astaaggaaa….

hehe.. aku masih belum tahu mau posting apa kali ini. tapi intinya aku mulai kelelahan. but i’m working on it. 🙂 paling tidak aku saat ini aku masih bisa bekerja dengan komputer tanpa menggunakan komputer. kecuali posting yang satu ini. 😛

Hell-O March! please be kind on my eyes.

#tulisannya belepotan, karena tanpa editan. 😀

Written by bn03

March 15, 2012 at 2:17 pm

Posted in Ceritaku