Bocoran Simpananku

Simply Grow Up

Dirgahayu Indonesia

with 5 comments

Bismillahirrohmaanirrohim,

Alhamdulillah, akhir nya aku punya kesempatan juga mengisi blog ku yang udah jarang di update tentang cerita akhir-akhir ini. Sekian lama waktu dihabiskan untuk kerja, olahraga, dan istirahat. I dont know whats going on but i feel a lil bit tired recently.πŸ™‚

And today its our independence day. Hari kemerdekaan republik kita yang tercinta. Let me share you something a few words about what im feeling right now.

Kali ini tentang kemerdekaan. Hampir setiap tahun aku mengisinya dengan upacara bendera. Dan hari ini aku upacara di kantor. Narsis bentar ya..πŸ™‚ aku yang sebelah kiri.

image

17 an di kantor

Segala simbol penghormatan terhadap para pahlawan kita laksanakan, baik itu upacara, menghormat, pengibaran bendera, lomba tujuh belasan, tasyakuran dsb. Tentunya kegiatan ini baik sekali.

Akan tetapi ada beberapa hal yang masih mengganjal di perasaan saya. Salah satunya tentang sikap saling percaya. How much we trust to each other. Seberapa besar kita percaya kepada orang lain. Saya yakin para pejuang kita yang terdahulu meraih kemerdekaan itu berjuang bersama-sama. Kompak dan bersatu. Dan menurut saya, tingkatnya saling percaya saya yakin tinggi sekali. Kalo tidak, bakal tidak banyak nyawa yang gugur dalam peperangan.

Dan ketika saya coba rasakan apa yang terjadi saat ini, tingkat saling percaya kita kepada sesama bukan malah naik atau tetap, tetapi malah menurun drastis. Contohnya? Ya bisa kita liat bersama di salah satu media televisi. Banyak sekali konflik konflik yang diangkat menjadi kriminal dari penyalah gunaan kepercayaan. Sudah jadi berita umum seperti korupsi daging sapi hingga terakhir kasus suap terkait kepala skk migas. Saya tidak akan membahas kasus itu karena saya bukan ahlinya. Tetapi saya fokus terhadap seberapa sering kita dicekoki informasi yang selalu menyerang rasa saling percaya kita terhadap orang lain. Padahal kita katanya sudah berapa tahun masuk ke dalam era reformasi. Do the government aware about this? Or i should change the question, do our people care about this thing?

Ketika tidak ada sikap saling percaya, bisa jadi sikap saling tidak peduli akan muncul. sikap negatif lain juga bisa jadi beriringan. Kalo segala negatif ada di linkungan kita, bagaimana kita bermasyarakat ketika tidak ada saling peduli dan percaya. Dan satu hal lagi, sepintar apapun ketika tidak dipercaya, teruw apa gunanya.

Huff, nulis beginian jadi pusing sendiri.πŸ™‚
So, from today, i have a small and easy idea to get the situation better. I decide to Be more patient and get more listen what other people said. Respect them and get collaborate. Mari kita menambahkan lagi bentuk penghormatan kita bukan hanya kepada para pahlawan, tetapi juga terhadap rekan kita dengan sikap saling peduli dan percaya untuk melestarikan apa yang menjadi kemerdekaan kita.

Mumpung masih bukan syawal, saya pribadi mengucapkan Taqabballahu minna wa minkun, taqbbal ya kariim.. minal aidin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin.

Salam Dirgahayu Indonesia.

Written by bn03

August 17, 2013 at 6:38 am

Posted in Ceritaku

Tagged with , , , , ,

5 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. mohon maaf lahir batin ya, Kang…πŸ˜€

    nindilallita

    August 18, 2013 at 3:13 am

    • makasih mbak nindi..

      bn03

      August 18, 2013 at 2:05 pm

      • keep writingπŸ˜‰..
        write something fun!πŸ˜€

        nindilallita

        August 19, 2013 at 3:24 am

  2. luar biasa sekali tulisannya. merdeka!

    rizza

    August 19, 2013 at 9:32 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: