Bocoran Simpananku

Simply Grow Up

Kenangan Bersama Hercules

with 2 comments

Kemarin setelah pulang kerja praktek dari rumah sakit, aku langsung masang tv tunnernya si Gilang biar bisa liat adek sepupuku yang ikutan kuis di salah satu acara stasiun tv swasta. Ujung USB tv tunner ku tancepin di sebelah kiri laptopku sembari mencari sinyal tv di sebelah tangan kanan.

Akhirnya Channel yang kucari mulai menghilangkan semut-semut yang nempel di LCD. Aku pun mempersempit area pencarian sinyal. Tak lama, berita nasional muncul kali pertama di pembukaan acaraku melihat tv. Penyiar berita yang kayak boneka itu ngasih tau klo waktu itu di daerah jakarta selatan sedang ada operasi yustisi ato istilah bekennya operasi KTP. ada beberapa oknum yang ditangkap mengaku sebagai anak jenderal. Mendengar kata itu, aku langsung teringat pula temenku yang anaknya jenderal Angkatan Udara dan juga domisili di Jakarta Selatan. tanpa pikir panjang aku langsung sms dia, nanyain kabarnya, sudah ketangkap operasi apa belum😀 . “Kita anak jenderal adalah terhormat.. tapi nanti klo aku ketangkep, jemput di dinas kependudukan yo🙂 ?”,kelakar dia. Selanjutnya dia cerita klo bulan ini (November) Ayahanda sudah pensiun, jadi kita kalo mo naik pesawat hercules rada susah.

Aku jadi mengenang tahun lalu yang penuh kejutan, tepat di bulan ini. Berakhirnya masa KKI / KP tahap I memaksaku pingin cepet-cepet pulang ke kampung halaman. Selama hampir 4 bulan aku berkutat di Software House Jakarta Selatan bareng alumni SMK Telkom angkatan 9,10 n 11. aku masih nyempet-nyempetin ngajak temen2 VEDC yang laen buat jalan2 ke Bandung, sekalian maen angkatan 13 yang lagi PSG. Tapi mereka (tezar / ainetworks JakSel, pi’i gendut n gilang / Refconindo Tangerang ) udah keburu beli tiket perjalanan kereta. Hanya aku n pi’i putih a.k.a angga yang belum. hanya 2 orang yang tersisa. Angga jadi gak bersemangat jalan-jalan, malah dia ngajak aku beli tiket kereta.
Uff.. apa daya, aku ikut aja, biar pulang ada temennya.

Sebagai perpisahan ma Traffic Jam-Karta (saking macetnya jakarta), kami 5 orang tadi berencana main ke glodok hari minggu. “ketemu di Halte Harmoni aja!”,ajak si angga. OK, semua setuju. Di minggu pagi yang lengang, aku siap berangkat. Tiba-tiba hapeku bergoyang, sms muncul dari Cecep si Anak Jenderal. Dia ngajak mudik bareng sama keluarganya naik Hercules hari selasa pagi dan dia juga tanya nomer si miftakh biar bisa di ajak juga. Aku pun kaget, spontan langsung mbayangin wajahnya si Hercules kayak gimana🙂 . Gede nggak ya?, lamunku. Setelah tanya biaya n personil yang ku ajak, cecep pun setuju-setuju saja. Niatku, ku ajak si angga pas ketemu di harmoni nanti.

Aku bersiap lebih cepat. Jam 9 lebih sedikit ku berangkat jalan kaki ke barat, Jalan Buncit Raya tepatnya. Disana aku bisa naik metromini Orange 75 Jurusan Pasar Minggu-Blok M. Dari Blok M, kemudian aku menunggu si tezar yang kos-nya nggak jauh dari sana. Cukup mengasyikkan memang. Menumpang bus Trans Jakarta a.k.a Busway (padahal ini nama track nya) jurusan blok M-Glodok bikin kerasan, karena selain tempat duduknya nyaman, ber-AC, jadwal berangkatnya pun disiplin banget. Dulu sempet juga ketemu 3 orang, 2 cewek n 1 cowok personilnya grup Debu di bus, ini yang nambah sip. Waktu itu aku ngebet foto bareng tapi gak da kamera😦 . Beberapa menit perjalanan, aku n tezar udah sampe di harmoni. Temen2 yang laen udah nunggu di tempat duduk deket loket. Pas ketemu, ku ajak si angga batalin beli tiket kereta mending naik pesawat bareng si cecep. Angga tambah seneng, bisa jadi hemat biaya nih. Sejurus ketika itu, jariku langsung konfirm ke cecep via sms. Tapi si cecep ngabarin, klo miftakh masih di jakarta sampai akhir desember. Jadi yang ikut cuma aku n Angga, kita janjian ketemu di rumah dinas AU daerah Halim Perdana. No Problem. Rencana jalan-jalan ke glodok, mampir ke Masjid Istiqlal yang jadi agenda akhir kita di Jakarta dilanjut. Besok pagi aku mesti berangkat ke Halim.

Pamit pulang sama rekan n bos kantor, kemas2 trus singgah dulu di rumah Om ku yang tak jauh dari kantor. Akhir pekan yang melelahkan. Senin siang aku berangkat dari Pasar Minggu naik blue bird sendirian, padahal aku cuma tau daerah Halim Perdana Kusuma sebatas bayangan hasil omongan tanteku dan pengelihatan sekilas dari peta Jakarta. Batin ini cuma modal nekat. Alhasil, nyasar juga di perumahan militer yang laen. Ternyata perumahan yang ku maksud ada di dalam bandara. Pak Sopir taksi terpaksa putar arah.
Ketika masuk gerbang, dengan sigap Pak Penjaga berpakain militer lengkap bertanya. “Selamat Siang, Mau Kemana?”. “MARSMA Wifaq”,jawabku spontan. Pak Penjaga cukup kaget dengan beberapa kerutan di dahi. Masak MARSMA ketemu ma anak kayak ginian,begitu tebakanku pikiran Pak Penjaga. Dia langsung minta identitas Pak Sopir,sembari menunjukkan rute jalan. Begitu sampe di depan rumah, si cecep muncul dari dalam. Si angga datang menyusul habis maghrib sama teman kantornya.
Aku lihat lingkungan rumah sekitar yang begitu disiplin. Semua tertata rapi. apapun sesuai tempatnya, nggak ada yang berceceran. Fakta juga, meski jadwal pesawat berangkat jam 7.30, kita sudah mandi setelah subuh. Bahkan perjalanan ke bandara pun matahari masih belum nampak padahal jarak rumah ke bandara cukup dekat jika dihitung naik mobil.

kita sampai di Bandara setelah perjalanan 10 menit. cukup sepi disana, hanya sekitar 10-15 orang yang datang. Setelah ngurus gono gini, Bus militer pun datang. Barang bawaan dipisahkan di kendaraan berbeda setelah dikalungi identitas dan para penumpang langsung menuju bus.
Ketika bus berada di dekat pesawat, pintu besar belakang pesawat terbuka otomatis. Tempat duduk yang terbuat dari jaring orange sudah siap menempuh perjalanan bersama-sama. Penumpang langsung naik dengan barang bawaan. Barang kita diletakkan di depan tempat duduk yang saling berhadapan. Tempat duduk ala penerjun ini cukup nyaman juga. Aku duduk bersebelahan dengan Angga.

Hercules memulai memanaskan tubuhnya sambil menutup pintu belakang. Mungkin ini mau berangkat. Aku hanya bisa berandai karena jendela pesawat cukup kecil dan jauh di atas kepala. Malu aku bila berdiri clingak clinguk di belakang jendela. Pesawat pun bergetar dan bergerak lebih cepat. sesaat kemudian kembali tenang. “Pesawatnya udah naik?”,tanyaku ke angga. “udah, lha wong pesawatnya udah tenang gini?!”, jawab si Angga. Tak lama kemudian, aku melihat sesuatu di jendela depanku. “Lho, di awan kok masih pohon ya? lah kok itu kelihatan genteng bangunan?”,gumamku. pesawat pun kembali bergetar dan sedikit bergoyang. “masak di awan kok masih ada kerikilnya?”,protes si Angga sambil senyum simpul. Tiba-tiba ruangan yang dingin ini terasa miring ke kanan. aku sadar, pesawat ini baru saja take-off. kita berdua hanya cekikikan. “Walah le.. le.. emang baru pertama naik pesawat!?”,batinku sambil ketawa sama si Angga. hahahah😀 . Pengalaman yang baru bagiku. Dalam pesawat, terbesit niat foto bareng buat kenangan. Niat hanya niat, Angga nggak bawa kamera, cuma hp cecep yang ada kameranya. Aku pun mikir-mikir mo pinjem ke cecep yang duduk di ujung sana. Dengan terpaksa ku urungkan lagi niatku kesekian kali.
Perjalanan Jakarta-Malang ditempuh hampir 1,5 jam. Begitu landing. Kita buru-buru keluar soalnya nggak tahan sama dinginnya ruangan, pingin cepet-cepet ketemu matahari aja. Setiba diluar, kita digiring menuju pintu keluar bandara. Kendaraan barang menyusul kemudian.

Waahhhhhhhhhhhhhh… Serunya naik pesawat…!!! tiba-tiba Ibunda si Cecep bertanya soal perjalanan naik pesawat. “Seruu, terima kasih ya bukk?”,jawabku seneng.

“Hey… Adekmu yang mana?”,si Gilang tiba-tiba menyadarkan ku. “itu.. itu.. yang mirip aku, rambutnya pendek masuk final.”,jawabku sedikit terburu-buru. Aku baru sadar adekku udah muncul di tv,huff.. beberapa menit tenggelam dalam Kenangan Bersama Hercules yang tak terlupakan. asyik beratt…!!
Trims buwat keluarga besarnya Cecep.

Written by bn03

November 30, 2007 at 8:49 am

Posted in Ceritaku

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. wah.. sweet memories….

    btw

    kowe wes balik ta ?

    wes mabrur ? tak dunga’ no dadi hj yg mabrur….😀

    fatto

    January 4, 2008 at 4:06 am

  2. wah2, asyik nih numpak pesawat hecules..
    gendeng cah iki.. wakakaka

    ilman

    February 22, 2008 at 8:41 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: